Skip to the content.

← Kembali ke Ikhtisar Roti Proa II


Analisis Daya Apung

Kesetimbangan daya apung - tampak depan

Tampak depan pada kesetimbangan

Kesetimbangan daya apung - tampak samping

Tampak samping pada kesetimbangan

Kesetimbangan daya apung dihitung menggunakan metode Newton, secara iteratif menyesuaikan roll/pitch/z-offset kapal sampai pusat dan jumlah daya apung sesuai dengan pusat dan jumlah massa. Analisis menggunakan konfigurasi beaching (tanpa layar, kemudi diangkat).

Posisi Kesetimbangan

Parameter Nilai
Z-offset (sarat) -278.0 mm
Pitch -0.0173°
Roll 0.8865°
Iterasi untuk konvergen 7

Vaka (Lambung Utama)

Parameter Nilai
Volume terendam 1798.4 liter
Volume total 10926.2 liter
Persentase terendam 16.5%
Posisi Z (dunia) -260.0 mm

Ama (Pelampung Cadik)

Parameter Nilai
Volume terendam 495.0 liter
Volume total 823.9 liter
Persentase terendam 60.1%
Posisi Z (dunia) -213.0 mm

Pusat Massa dan Daya Apung

Titik X (mm) Y (mm) Z (mm)
Pusat Gravitasi 3512.46 15.34 1139.37
Pusat Daya Apung 3512.7 15.43 -108.28

Lihat implementasi.


Analisis Stabilitas (Kurva GZ)

Kurva GZ (kurva lengan penegak) menunjukkan bagaimana stabilitas kapal bervariasi dengan sudut kemiringan. Untuk setiap sudut kemiringan, kami menghitung garis air kesetimbangan (di mana daya apung sama dengan berat) dan mengukur jarak horizontal antara pusat daya apung (CoB) dan pusat gravitasi (CoG). Jarak ini—lengan penegak GZ—dikalikan dengan displacement memberikan momen penegak yang mengembalikan kapal ke kesetimbangan.

Kurva GZ

Karakteristik Stabilitas Asimetris

Sebagai proa dengan cadik (ama), kapal ini memiliki stabilitas asimetris:

Ke arah ama (kemiringan positif): Ama memberikan leverage daya apung yang substansial saat terendam.

Parameter Nilai
Lengan penegak maksimum 90 cm
Sudut GZ maksimum 5.0°
Sudut turtle 48.6°

Menjauhi ama (kemiringan negatif): Stabilitas berasal dari berat ama yang terangkat bertindak sebagai penyeimbang.

Parameter Nilai
Sudut capsize -32.5°
Sudut engagement ama 4.5°
Rentang stabilitas positif 45.0°

Amplop Operasi

Secara tradisional, proa berlayar dengan ama di sisi angin. Gaya angin memiringkan kapal menjauhi ama, mengangkatnya (sebagian atau bahkan sepenuhnya) keluar dari air untuk mengurangi hambatan (“flying the ama”). Amplop operasi biasanya kemiringan -5° hingga -20° dalam kasus tersebut, dengan baik dalam wilayah stabil.

Proa surya harus dapat berlayar dengan baik juga dengan ama di sisi bawah angin, untuk menjaga layar dari membayangi panel surya. Pada sudut kemiringan sekitar 4°, ama akan sepenuhnya terendam dan menyebabkan hambatan maksimum tetapi masih menginduksi momen penegak yang signifikan sampai sudut turtle tercapai.


Periode Natural (Seakeeping)

Gerakan kapal dalam gelombang ditandai oleh periode natural untuk roll, pitch, dan heave. Ini adalah perkiraan kasar menggunakan rumus empiris sederhana; rumus arsitektur naval standar yang dilinearkan tidak berlaku dengan baik untuk lambung proa asimetris. Pengujian fisik direkomendasikan untuk nilai yang akurat.

Gerakan Periode Rumus Deskripsi
Roll 2.0 s T ≈ 0.35 × lebar Osilasi sisi-ke-sisi terhadap sumbu longitudinal
Pitch 2.7 s T ≈ 0.4√LOA + 1.5 Osilasi depan-belakang terhadap sumbu transversal
Heave 1.3 s T = 2π√(m/ρgAwp) Osilasi vertikal

Pertimbangan Kenyamanan

Untuk kenyamanan penumpang, periode roll 6-12 detik biasanya lebih disukai. Periode roll pendek kapal ini menunjukkan gerakan kaku—kapal kembali tegak dengan cepat tetapi mungkin terasa tersentak-sentak di laut melintang.

Pertimbangan kritis: Jika periode gelombang di area operasi adalah 3-6 detik (tipikal untuk perairan pantai), kapal mungkin mengalami resonansi pitch, yang bisa tidak nyaman bagi penumpang.

Lihat implementasi.


← Kembali ke Ikhtisar RP2 Lihat Analisis Struktural →